Sabtu, 30 Juni 2012
Minggu, 25 Maret 2012
Jelang Pilkada Bupati Batola Keliling Kampung
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Barito Kuala (Batola) periode 2012-2017 diperkirakan berlangsung 6 September. Itu artinya, Pilkada Batola tinggal 6 bulan lagi akan gelar.
Meski hanya dalam hitungan bulan saja pilkada akan berlangsung, situasi politik di kabupaten berjuluk Bumi Ije Jela ini terlihat adem-adem saja.
Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad mengutarakan, kondusifnya suasana daerah menjelang pilkada sangat ditentunya dari keinginan pemimpin dan kesadaran masyarakatnya.
“Di Batola situasi selalu kondusif karena selain masyarakatnya yang religius juga karena saya sengaja berusaha menciptakan situasi aman, damai tanpa gejolak meskipun pilkada tinggal menunggu hitungan bulan,” papar Hasanuddin saat menghadiri Peringatan Maulid di rumah tokoh masyarakat Desa Bantuil RT 5 Kecamatan Cerbon H Suryani Ruslan, Jumat (17/2/2012) malam.
Terkait dengan tingginya kesadaran masyarakat Batola dalam menciptakan situasi kondusif, mantan anggota Komisi V DPR RI ini mengutarakan, karena masyarakat agamis. Ini dibuktikan dalam setiap momentum keagamaan di antaranya bulan Rabiul Awal masyarakatnya di mana-mana semarak melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
Mantan anggota Komisi V DPR RI ini mengutarakan, dirinya memimpin Batola telah memasuki 4 tahun 4 bulan lebih.
Dalam kurun waktu tersebut, paparnya, telah banyak yang diperbuat dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan.
Namun karena kondisi Batola yang cukup luas sehingga disadari masih banyak lagi hal-hal maupun amanah yang belum bisa dilaksanakan mengingat keterbatasan kemampuan serta dana yang dimiliki. Atas nama pribadi, Hasanuddin Murad menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
Sementara terhadap adanya keberhasilan yang diperbuat, menurut mantan Dosen Fakultas Hukum Unlam ini, tidak lain dari keberhasilan seluruh lapisan masyarakat, terutama telah menciptakan suasana aman, damai, dan harmonis sehingga pemerintah bisa fokus dalam melaksanakan pembangunan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di rumah tokoh masyarakat Bantuil yang akrab disapa H Oyan ini menghadirkan penceramah kondang asal Danau Panggang, HSS, KH Asmuni atau yang akrab disapa Guru Danau.
Kehadiran Guru Danau di Desa Bantuil ini selain untuk mengisi ceramah maulid sekaligus pulang kampung dan menengok keluarga, mengingat beliau lahir di daerah ini dan kedua orang tua beliau berasal dari daerah ini.
Selain menghadiri peringatan maulid di rumah H Suryani Ruslan Desa Batuil RT 3, siang harinya sekitar pukul 14.00 Wita juga menghadiri peringatan maulid di Langgar Darul Jannah Desa Batuil RT 8 Kecamatan Cerbon. Malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita bupati juga menghadiri peringatan maulid di Desa Kolam Makmur Kecamatan Wanaraya.
(don/www.banjarmasinpost.co.id)
Meski hanya dalam hitungan bulan saja pilkada akan berlangsung, situasi politik di kabupaten berjuluk Bumi Ije Jela ini terlihat adem-adem saja.
Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad mengutarakan, kondusifnya suasana daerah menjelang pilkada sangat ditentunya dari keinginan pemimpin dan kesadaran masyarakatnya.
“Di Batola situasi selalu kondusif karena selain masyarakatnya yang religius juga karena saya sengaja berusaha menciptakan situasi aman, damai tanpa gejolak meskipun pilkada tinggal menunggu hitungan bulan,” papar Hasanuddin saat menghadiri Peringatan Maulid di rumah tokoh masyarakat Desa Bantuil RT 5 Kecamatan Cerbon H Suryani Ruslan, Jumat (17/2/2012) malam.
Terkait dengan tingginya kesadaran masyarakat Batola dalam menciptakan situasi kondusif, mantan anggota Komisi V DPR RI ini mengutarakan, karena masyarakat agamis. Ini dibuktikan dalam setiap momentum keagamaan di antaranya bulan Rabiul Awal masyarakatnya di mana-mana semarak melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
Mantan anggota Komisi V DPR RI ini mengutarakan, dirinya memimpin Batola telah memasuki 4 tahun 4 bulan lebih.
Dalam kurun waktu tersebut, paparnya, telah banyak yang diperbuat dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan.
Namun karena kondisi Batola yang cukup luas sehingga disadari masih banyak lagi hal-hal maupun amanah yang belum bisa dilaksanakan mengingat keterbatasan kemampuan serta dana yang dimiliki. Atas nama pribadi, Hasanuddin Murad menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
Sementara terhadap adanya keberhasilan yang diperbuat, menurut mantan Dosen Fakultas Hukum Unlam ini, tidak lain dari keberhasilan seluruh lapisan masyarakat, terutama telah menciptakan suasana aman, damai, dan harmonis sehingga pemerintah bisa fokus dalam melaksanakan pembangunan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di rumah tokoh masyarakat Bantuil yang akrab disapa H Oyan ini menghadirkan penceramah kondang asal Danau Panggang, HSS, KH Asmuni atau yang akrab disapa Guru Danau.
Kehadiran Guru Danau di Desa Bantuil ini selain untuk mengisi ceramah maulid sekaligus pulang kampung dan menengok keluarga, mengingat beliau lahir di daerah ini dan kedua orang tua beliau berasal dari daerah ini.
Selain menghadiri peringatan maulid di rumah H Suryani Ruslan Desa Batuil RT 3, siang harinya sekitar pukul 14.00 Wita juga menghadiri peringatan maulid di Langgar Darul Jannah Desa Batuil RT 8 Kecamatan Cerbon. Malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita bupati juga menghadiri peringatan maulid di Desa Kolam Makmur Kecamatan Wanaraya.
(don/www.banjarmasinpost.co.id)
Penulis : Didik
Editor : Didik
HAUL DATU AMUT
Warga HSU melaksanakan Haul Utuh Amut di Desa Sungai Durait Kec. Babirik. Utuh Amut dikenal sebagai wali kanak-kanak (wali budak) yang ceritanya cukup melegenda dikalangan masyarakat. Haulan dihadiri Wakil Bupati H. Syahdillah dan KH Asmuni atau yang dikenal sebagai Guru Danau.(Foto ANTARA/Eddy/humas/D)
SILATURRAHMI KK HSU (AMUNTAI) BERSAMA BUPATI KAPUAS DAN KH.ASMUNI (GURU DANAU)
Kegiatan dilaksanakan di Mesjid Al Ikhlas Kapuas
KK HSU (Amuntai) dalam kesempatan ini melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, walaupun bulan Rabiul Awal telah berlalu. Kegiatan dihadiri oleh KH.Asmuni yang lebih dikenal dengan sebutan "Guru Danau" dan Bupati Kapuas Ir.H.M.Mawardi, MM serta tokoh-tokoh masyarakat kapuas baik dari sipil, militer dan warga masyarakat, dirangkai dalam acara ini dilaksanakan pengukuhan kepengurusan KK HSU Kabupaten Kapuas dimana sebagai Ketua Umum Bpk H. Asranie, SE.
Pada sambutannya Ketua Umum KK HSU menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dan terlanjutkannya Kerukunan Keluarga HSU Amuntai) yang memang sudah lama dirintis oleh tokoh terdahulu. Selanjutnya beliau berharap agar keberadaan KK HSU dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Kapuas. Seirama dengan Ketua Umum KK HSU Bpk Bupati Kapuas juga berharap bahwa seluruh warga HSU yang berada di Kapuas dapat turut mensukseskan pembangunan Kapuas yang AMANAH, beliau mengingatkan bahwa diawal bulan April nanti pemerintah berencana menaikkan harga BBM maka kepada masyarakat dihimbau untuk menyikapinya dengan bijaksana karena semua tentu dengan perhitungan dan pertimbangan yang memihak kepada masyarakat.
SELAMAT KEPADA PENGURUS KK HSU, semoga dapat berkarya untuk umat khususnya seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas.
Kamis, 01 Maret 2012
Maulid Bersama Guru Danau dan Bupati
Sabtu, 18 Februari 2012
Maulid Akbar Bersama Guru Danau
Kamis, 16 Februari 2012 01:14 WITA | Seputar Kalsel
Bupati HST H Harun Nurasid dan Jajaran Pemerintah Kabupaten HST menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1433 Hijriah dengan menghadirkan Ulama Kharismatik Banua KH. Asmuni atau lebih dikenal dengan Guru Danau bertempat di Kediaman Dinas Bupati HST, Rabu .
Peringatan Maulid dipadati ribuan Jemaah baik dari HST maupun dari luar daerah yang sengaja datang untuk mendengarkan tausyiah dan semarak dengan Kelompok Habsyi dalam lantunan Syair-syair Maulid.
peringatan mengambil tema "Dengan Meneladani Rasulullah SAW tercipta masyarakat yang Sejahtera, Mandiri, Unggul dan Istiqamah."
Harun Nurasid mengucapkan terima kasih kesediaan KH Asmun berhadir bersama warga Bumi Murakata di tengah kesibukan beliau sebagai Ulama, diungkapkannya telah lama meminta dijadwalkan agar dapat mengundang beliau dan akhirnya dapat terpenuhi di bulan Maulid.
"Meneladani Perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW sangat penting bagi keberlangsungan Pembangunan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah bagi semua pihak, dimana Pemerintah dan Masyarakat bahu membahu untuk mewujudkan kemandirian dan keunggulan di daerah, Nabi Muhammad adalah sosok perekat dan pemersatu umat sehingga perbedaan menjadi indah dan menjadi sebuah kekuatan",Ujarnya.
Dengan dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten HST akan terus melaksanakan agenda pembangunan sesuai dengan strategi dan langkah yang telah dirumuskan di RPJMD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terbinanya suasana daerah yang aman, kondusif dan jauh dari konflik yang dapat memecah belah persatuan dan kebersamaan menjadi tanggung jawab bersama.
KH Asmuni dalam tausiyahnya mengungkapkan sejarah Kehidupan Baginda Rasulullah SAW dalam menegakkan syariat Islam penuh liku dan tantangan, sejak bayi telah menjadi yatim dengan meninggalnya Ayah Abdullah bin Abdul Muthalib dan masih kecil kembali menjadi Yatim Piatu dengan meninggalnya ibu, Aminah, Nabi pun kemudian diasuh kakeknya Abdul Muthalib.
"Ssst nabi berumur 8 tahun kembali Sang Kakek Abdul Muthalib meninggal dan Nabi diasuh hampir 13 tahun hingga beranjak dewasa oleh Pamannya Abu Thalib yang menjaganya seperti menyayangi anak-anaknya sendiri dan kasih sayang bertambah karena tingginya budi pekerti Rasulullah",katanya.
Turut Berhadir dalam kegiatan ini Sekda HST IBG Dharma Putra, Para Asisten, Kepala Bappeda HST H Hasbi, Kepala Dinas Pendidikan HST H Agung Pranowo, Kepala DPP UKMKM M Yusuf serta Para Pimpinan SKPD, Kepala Kantor Kementerian Agama HST H Gurdani Syukur, Ketua Syuriah NU HST H Mukhtar Dahlan, Para Camat, Ulama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya. (/Fathur/D)
Peringatan Maulid dipadati ribuan Jemaah baik dari HST maupun dari luar daerah yang sengaja datang untuk mendengarkan tausyiah dan semarak dengan Kelompok Habsyi dalam lantunan Syair-syair Maulid.
peringatan mengambil tema "Dengan Meneladani Rasulullah SAW tercipta masyarakat yang Sejahtera, Mandiri, Unggul dan Istiqamah."
Harun Nurasid mengucapkan terima kasih kesediaan KH Asmun berhadir bersama warga Bumi Murakata di tengah kesibukan beliau sebagai Ulama, diungkapkannya telah lama meminta dijadwalkan agar dapat mengundang beliau dan akhirnya dapat terpenuhi di bulan Maulid.
"Meneladani Perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW sangat penting bagi keberlangsungan Pembangunan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah bagi semua pihak, dimana Pemerintah dan Masyarakat bahu membahu untuk mewujudkan kemandirian dan keunggulan di daerah, Nabi Muhammad adalah sosok perekat dan pemersatu umat sehingga perbedaan menjadi indah dan menjadi sebuah kekuatan",Ujarnya.
Dengan dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten HST akan terus melaksanakan agenda pembangunan sesuai dengan strategi dan langkah yang telah dirumuskan di RPJMD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terbinanya suasana daerah yang aman, kondusif dan jauh dari konflik yang dapat memecah belah persatuan dan kebersamaan menjadi tanggung jawab bersama.
KH Asmuni dalam tausiyahnya mengungkapkan sejarah Kehidupan Baginda Rasulullah SAW dalam menegakkan syariat Islam penuh liku dan tantangan, sejak bayi telah menjadi yatim dengan meninggalnya Ayah Abdullah bin Abdul Muthalib dan masih kecil kembali menjadi Yatim Piatu dengan meninggalnya ibu, Aminah, Nabi pun kemudian diasuh kakeknya Abdul Muthalib.
"Ssst nabi berumur 8 tahun kembali Sang Kakek Abdul Muthalib meninggal dan Nabi diasuh hampir 13 tahun hingga beranjak dewasa oleh Pamannya Abu Thalib yang menjaganya seperti menyayangi anak-anaknya sendiri dan kasih sayang bertambah karena tingginya budi pekerti Rasulullah",katanya.
Turut Berhadir dalam kegiatan ini Sekda HST IBG Dharma Putra, Para Asisten, Kepala Bappeda HST H Hasbi, Kepala Dinas Pendidikan HST H Agung Pranowo, Kepala DPP UKMKM M Yusuf serta Para Pimpinan SKPD, Kepala Kantor Kementerian Agama HST H Gurdani Syukur, Ketua Syuriah NU HST H Mukhtar Dahlan, Para Camat, Ulama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya. (/Fathur/D)
Selasa, 07 Februari 2012
Ruang Kelas Terpaksa Untuk Ruang Guru
BANJARMASINPOST.CO.ID, PANDAN HULU- Ruang guru serta mushola di Madrasah Darunnajjah di Desa Sungai Pandan Hulu Kecamatan Sungai Pandan Kab HSU, hangus jadi arang dalam peristiwa kebakaran yang terjadi, Senin (16/1) malam sekitar pukul 21.50 wita.
Seluruh data siswa, rapot, dan buku-buku penunjang pelajaran, serta satu unit komputer yang terdapat di ruang guru hangus tak bersisa. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap diupayakan dilaksanakan meski dengan segala keterbatasan.
Kepala Madrasah Darunnajjah Rahmatina mengatakan, pihaknya tetap berupaya karas agar musibah tersebut tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar. Untuk sementara ruang guru memanfaatkan satu lokal ruang kelas.
"Untuk kelas I dan II penggunaan ruang kelasnya terpaksa kita pararel dulu, karena satu ruang kelas karena kondisi darurat kita fungsikan menjadi ruang atau kantor guru," ungkapnya, Selasa (17/1).
Dikatakannya, setelah peristiwa kabakaran , sebenarnya proses belajar mengajar sudah bisa dilakukan. Namun karena kondisi fisik para guru pengajar masih lelah karena melakukan evakuasi barang milik sekolah saat kebakaran terjadi, terpaksa murid diluburkan.
"Insya Allah, besok kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan seperti biasa," katanya.
Pihaknya mengharapkan agar instansi terkait bisa seecepatnya memberikan bantuan untuk membangun kembali fasilitas fisik sekolah yang rusak berat akibat peristiwa kabakaran tersebut.
Camat Sungai Pandan Mulyadi mengatakan, kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 137 juta. Saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab dan instansi terkait agar segera mengambil tindakan memberi bantuan kepada madrasah
Seluruh data siswa, rapot, dan buku-buku penunjang pelajaran, serta satu unit komputer yang terdapat di ruang guru hangus tak bersisa. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap diupayakan dilaksanakan meski dengan segala keterbatasan.
Kepala Madrasah Darunnajjah Rahmatina mengatakan, pihaknya tetap berupaya karas agar musibah tersebut tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar. Untuk sementara ruang guru memanfaatkan satu lokal ruang kelas.
"Untuk kelas I dan II penggunaan ruang kelasnya terpaksa kita pararel dulu, karena satu ruang kelas karena kondisi darurat kita fungsikan menjadi ruang atau kantor guru," ungkapnya, Selasa (17/1).
Dikatakannya, setelah peristiwa kabakaran , sebenarnya proses belajar mengajar sudah bisa dilakukan. Namun karena kondisi fisik para guru pengajar masih lelah karena melakukan evakuasi barang milik sekolah saat kebakaran terjadi, terpaksa murid diluburkan.
"Insya Allah, besok kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan seperti biasa," katanya.
Pihaknya mengharapkan agar instansi terkait bisa seecepatnya memberikan bantuan untuk membangun kembali fasilitas fisik sekolah yang rusak berat akibat peristiwa kabakaran tersebut.
Camat Sungai Pandan Mulyadi mengatakan, kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 137 juta. Saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab dan instansi terkait agar segera mengambil tindakan memberi bantuan kepada madrasah
( Edi Nugroho / BPostonline )
Sumber: ratino taufik/bpost online
Langganan:
Postingan (Atom)


