JUMLAH PENGUNJUNG

Sabtu, 18 Februari 2012

Maulid Akbar Bersama Guru Danau

Bupati HST H Harun Nurasid dan Jajaran Pemerintah Kabupaten HST menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1433 Hijriah dengan menghadirkan Ulama Kharismatik Banua KH. Asmuni atau lebih dikenal dengan Guru Danau bertempat di Kediaman Dinas Bupati HST, Rabu .


Peringatan Maulid dipadati ribuan Jemaah baik dari HST maupun dari luar daerah yang sengaja datang untuk mendengarkan tausyiah dan semarak dengan Kelompok Habsyi  dalam lantunan Syair-syair Maulid.

peringatan mengambil tema "Dengan Meneladani Rasulullah SAW tercipta masyarakat yang Sejahtera, Mandiri, Unggul dan Istiqamah."

Harun Nurasid  mengucapkan terima kasih  kesediaan KH Asmun berhadir bersama warga Bumi Murakata di tengah kesibukan beliau sebagai Ulama, diungkapkannya telah lama meminta dijadwalkan agar dapat mengundang beliau dan akhirnya dapat terpenuhi di bulan Maulid.


"Meneladani Perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW sangat penting bagi keberlangsungan Pembangunan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah bagi semua pihak, dimana Pemerintah dan Masyarakat bahu membahu untuk mewujudkan kemandirian dan keunggulan di daerah, Nabi Muhammad adalah sosok perekat dan pemersatu umat sehingga perbedaan menjadi indah dan menjadi sebuah kekuatan",Ujarnya.

Dengan dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten HST  akan  terus melaksanakan agenda pembangunan sesuai dengan strategi dan langkah yang telah dirumuskan di RPJMD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terbinanya  suasana daerah yang aman, kondusif dan jauh dari konflik yang dapat memecah belah persatuan dan kebersamaan menjadi tanggung jawab bersama.

KH Asmuni dalam tausiyahnya mengungkapkan sejarah Kehidupan Baginda Rasulullah SAW dalam menegakkan syariat Islam penuh liku dan tantangan, sejak bayi telah menjadi yatim dengan meninggalnya Ayah Abdullah bin Abdul Muthalib dan masih kecil kembali menjadi Yatim Piatu dengan meninggalnya ibu, Aminah, Nabi pun kemudian diasuh kakeknya Abdul Muthalib.

"Ssst nabi berumur 8 tahun kembali Sang Kakek Abdul Muthalib meninggal dan Nabi diasuh hampir 13 tahun hingga beranjak dewasa oleh Pamannya Abu Thalib yang menjaganya seperti menyayangi anak-anaknya sendiri dan kasih sayang bertambah karena tingginya budi pekerti Rasulullah",katanya.

 Turut Berhadir dalam kegiatan ini Sekda HST IBG Dharma Putra, Para Asisten, Kepala Bappeda HST H Hasbi, Kepala Dinas Pendidikan HST H Agung Pranowo, Kepala DPP UKMKM M Yusuf serta Para Pimpinan SKPD, Kepala Kantor Kementerian Agama HST H Gurdani Syukur, Ketua Syuriah NU HST H Mukhtar Dahlan, Para Camat, Ulama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya. (/Fathur/D)

Selasa, 07 Februari 2012

Ruang Kelas Terpaksa Untuk Ruang Guru

 
Selasa, 17 Januari 2012 - 21:51 Wita - Print
ibrahim
Lokasi kebakaran
BANJARMASINPOST.CO.ID, PANDAN HULU- Ruang guru serta mushola di Madrasah Darunnajjah di Desa Sungai Pandan Hulu Kecamatan Sungai Pandan Kab HSU, hangus jadi arang dalam peristiwa kebakaran yang terjadi, Senin (16/1) malam sekitar pukul 21.50 wita.

Seluruh data siswa, rapot, dan buku-buku penunjang pelajaran, serta satu unit komputer yang terdapat di ruang guru hangus tak bersisa. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap diupayakan dilaksanakan meski dengan segala keterbatasan.

Kepala Madrasah Darunnajjah Rahmatina mengatakan, pihaknya tetap berupaya karas agar musibah tersebut tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar. Untuk sementara ruang guru memanfaatkan satu lokal ruang kelas.

"Untuk kelas I dan II penggunaan ruang kelasnya terpaksa kita pararel dulu, karena satu ruang kelas karena kondisi darurat kita fungsikan menjadi ruang atau kantor guru," ungkapnya, Selasa (17/1).

Dikatakannya, setelah peristiwa kabakaran , sebenarnya proses belajar mengajar sudah bisa dilakukan. Namun karena kondisi fisik para guru pengajar masih lelah karena melakukan evakuasi barang milik sekolah saat kebakaran terjadi, terpaksa murid diluburkan.

"Insya Allah, besok kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan seperti biasa," katanya.

Pihaknya mengharapkan agar instansi terkait bisa seecepatnya memberikan bantuan untuk membangun kembali fasilitas fisik sekolah yang rusak berat akibat peristiwa kabakaran tersebut.

Camat Sungai Pandan Mulyadi mengatakan, kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 137 juta. Saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab dan instansi terkait agar segera mengambil tindakan memberi bantuan kepada madrasah
 
( Edi Nugroho / BPostonline )
Sumber: ratino taufik/bpost online

Jalan Rusak Ganggu Persiapan MTQ

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI -Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat kabupaten HSU yang akan digelar di Kecamatan Babirik pelaksanannya sudah makin dekat, tepatnya dilangsungkan pada pertengahan Februari 2012 mendatang.

Namun, Bupati HSU Aunul Hadi masih memiliki ganjalan dan merasa masih kurang sreg terkait persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut. Pasalnya kondisi jalan menuju Kecamatan Babrik kondisinya sebagain rusak parah.

"Padahal, Pemkab HSU sudah pernah mengajukan permohonan kepada Pemprov Kalsel untuk melakukan perbaikan jalan Muara Tapus – Babirik yang merupakan jalan provinsi. Tetapi hingga kini belum juga terealisasi," katanya.

Pemkab HSU sendiri sudah sering melakukan pemeliharaan jalan dengan anggaran yang terbatas melalui Dinas PU setempat , namun kembali rusak akibat banjir dan genangan air, apalagi menurut warga jalan ini kerap dilintasi truk yang mengangkut hasil kelapa sawit, dan kendaraan roda empat lainnya.

Untuk mempermudak akses menuju Kecamatan Babrik menjelang pelaksanaan MTQ, Aunul telah menginstruksikan Dinas PU HSU untuk melakukan perbaikan sementara, agar mempermudah arus transportasi dari dan menuju Kecamatan Babirik
 
( Edi Nugroho / BPostonline )
Sumber: ratino taufik/bpost online

Rabu, 25 Januari 2012

Puluhan Kerbau Rawa di Kalsel Mati Kelaparan

Puluhan Kerbau Rawa di Kalsel Mati Kelaparan
Banjarmasin Post
Kerbau rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel.
TRIBUNNEWS.COM, AMUNTAI - Cuaca eksrem membuat puluhan kerbau di Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, (HSU) mati kelaparan.
  
Peternak kerbau Desa Ambahai, Kecamatan Paminggir, mengatakan, dalam satu tahun terakhir banjir yang terjadi di daerahnya hampir tidak ada hentinya.
  
Kondisi tersebut membuat rumput yang biasa dimakan ternak kerbau rawa tidak bisa tumbuh dengan baik.
  
Selama 2010 kata petani yang memiliki 20 kerbau tersebut, tidak kurang dari 50 kerbau milik warga yang mati.
  
Kepala Desa Ambahai Nur Aidi mengatakan, meminimalisasi kematian kerbau tersebut pihaknya minta kepada warga mencari lahan lain yang masih banyak rumputnya.
  
Namun, kata dia, hal tersebut tidak cukup efektif karena rumput di lahan baru juga kurang mencukupi.
  
Menurut dia, jumlah kerbau di Kecamatan Paminggir mencapai puluhan ribu. Lebih banyak dibanding jumlah penduduk kecamatan Paminggir sekitar 7 ribu orang.
  
Selain Desa Ambahai, puluhan kerbau mati kelaparan juga terjadi di beberapa desa sekitar, seperti Desa Subang, Bararawa, Sapala, dan Tampakang.
  
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan HSU, Suriani mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya membantu masyarakat meminimalisasi kematian ternak akibat kelaparan tersebut.
 
"Kita minta masyarakat membuka lahan perkebunan rumput baru antara lain di Desa Sambujur Kecamatan Paminggir, namun hal tersebut juga belum mencukupi," katanya.
 
 Kecamatan Danau Panggang dan Paminggir, merupakan daerah yang paling bawah di Banua Enam, bila terjadi hujan deras di Kabupaten Tabalong, Balangan dan beberapa daerah lainnya, airnya mengalir ke Danau Panggang.
 
Kasi Data Informasi BMKG Banjarmasin I Wayan Mustika, memprediksi cuaca ekstrem yang melanda Kalsel akan terjadi hingag akhir Februari.

Editor: Anita K Wardhani  |  Sumber: Banjarmasin Post

BALAMUT,antara Fenomena Mulan Jameela dan Goyang Dewi Persik

Mungkin anda merasa aneh dengan judul diatas,apa maksudnya…….Saya sendiri pun juga bingung memilih judul yang pas buat tulisan ini,,harapannya sih biar orang tertarik buat baca ini tulisan aja

BALAMUT,mungkin kata ini terdengar asing di telinga anda.Memang asing, bahkan didaerahnya sendiri pun yaitu Kalimantan Selatan saya bisa pastikan hanya sedikit orang yang tau tentang ini. Saya sendiri pun tidak begitu memahami banyak tentang “balamut’ baik sejarah ataupun perkembangannya sampai sekarang. Ketertarikan saya bermula sewaktu saya menghadiri pesta perkawinan salah seorang teman di daerah Ambahai kecamatan Danau panggang Amuntai pada akhir tahun 2007 kemarin.
Pada malam sebelum perkawinan,kami dan warga desa disuguhi pertunjukan menarik oleh sang tuan rumah,saya kira bakal ada pertunjukan dangdut atau organ tunggal,ternyata sepasang kakek nenek membawa ketipung/babun (alat musik tabuh seperti rebana) naik keatas panggung sambil mengucap salam sambil berpantun.Spontan saja para penonton pun langsung riuh seperti kedatangan artis ibukota saja,maklum didaerah terpencil seperti Ambahai hiburan seperti ini sangat jarang sekali didapati.
Nah,,,ternyata pertunjukan itulah yang disebut “Balamut”.Kesenian bertutur Khas Kalimantan Selatan,yang hampir mirip dengan MADIHIN (kalo yang ini udah lumayan terkenal,berkat  om Jhon tralala yang mempopulerkannya).Sang artis adalah sepasang Suami Istri bernama Antarmas yang khusus didatangkan dari danau Panggang untuk memeriah kan pesta perkawinan kawan saya ini.
Pertunjukan pun dimulai,ketipung ditabuh dan mereka menyapa para penonton dengan pantun2 berirama khas banjar.Mulai dari ucapan salam,petuah-petuah,sampai lelucon-lelucon yang agak becarubu ( berbau sex…he).Anda bisa bayangkan sendiri bagaimana lucu dan menghiburnya dua orang kakek nenek berpantun jenaka didepan anda apalagi ditambahi sedikit humor2 xxx nya.Itu belum seberapa,,,,setelah puas berpantun ria,hits2 dangdut seperti Jablay sampai kuch-kuch ho tahai pun didendangkan oleh sang kakek,sementara sang nenek berjoged ngebor khas Inul Darastista. Spontan saja para penonton langsung saja heboh,bahkan ada yang naik kepanggung untuk menyawer macam pertunjukan dangdut di Karawang saja.

Seiring dentangan ketipung dan riuhnya penonton,saya dan teman-teman saya berbincang dan saling bertanya.Mungkinkah kesenian ini dapat bertahan dua atau lima tahun kedepan.Dapatkah mereka bersaing dengan hits2 duo maya atau mulan jamela..atau dengan goyang gergajinya Dewi Persik??? Jawabanya pasti NDAK MUNGKIN!!!!!.Tapi Paling tidak,ada upaya dari kita untung menyukai dan berusaha untuk melestarikan kesenian daerah kita sendiri..Siapa tahu sepuluh atau dua puluh tahun kedepan trend di dunia berubah drastis,yang mana Budaya Etnic menjadi Gaya hidup masa itu.. 
gugun arrayan     

copy/paste. from :  http://blackrayyana.multiply.com

Kamis, 19 Januari 2012

Polder Alabio Terbesar Di Indonesia

Polder Alabio Terbesar Di Indonesia
Polder Alabio terbesar di Indonnesia

Polder Alabio merupakan salah satu sistem irigasi terbesar di Indonesia karena mampu mengairi sawah hingga 6.000 hektare dengan pola tanam padi dan palawija.

Hal tersebut disampaikan Kadis PU Kabupaten HSU Ediyannor saat mendampingi wakil Menteri Pekerjaan UmumI Ahmad Hermanto Dardak saat melakukan monitoring rehabilitasi polder Alabio di desa Teluk Betung Kecamatan Sungai Pandan dan panen raya padi di Lahan Lebak di Desa Nelayan Kecamatan Sungai Tabuk.
Menurut Edi rehabilitasi proyek Alabio dimulai pada tahun 2009 hingga 2011 dengan paket pengerjaan berupa rehabilitasi saluran primer dan sekunder yang baru selesai 59,02 persen.

Selain dibangun atas bantuan luar negeri melalui JBIC ( Japan for International Cooperation), proyek multi year yang memerlukan dana ratusan milyar ini  juga bersumber  dari dana APBN.

Pembangunan yang berasal dari APBN tersebut meliputi, perbaikan saluran, penggantian pompa 10 unit berupa 5 unit saluran pemberi dan 5 unit saluran pembuang.

Polder Alabio meliputi 4 kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Pandan, Sungai Tabukan, Babirik dan Danau Panggang.

Polder tersebut mengairi daerah irigasi seluas 6.000 ha dengan pola tanam padi dan palawija, karena begitu luasnya lahan yang diairi oleh irigasi ini, maka polder Alabio   merupakan salah satu sistem irigasi yang terbesar secara nasional.
Selain Wakil Menteri PU panen raya juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti dan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.
Menurut Hermanto, setelah melihat langsung kondisi di daerah lebak tersebut, masalah irigasi dan air merupakan kebutuhan yang cukup mendesak untuk segera dipenuhi oleh pemerintah.

"Persoalan irigasi dan air tersebut merupakan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum," katanya.

Dengan demikian, tambah dia, pihaknya akan terus konsen untuk melanjutkan revitalisasi polder Alabio yang diperkirakan bisa diselesaikan hingga 2013.him/B

Pasar Itik

FOTO : BANJARMASIN POST GROUP/DONNY SOPHANDI
Seorang pedagang memilah itik antara itik betina dan jantan kedalam kandang sementara di pasar itik Alabio, HSU. Pasar yang hanya ada pada setiap hari rabu ini merupakan pasar itik terbesar di Kalsel.